Jelang Laga Melawan Jepang, Asnawi Tidak Dapat Izin Dari Klubnya

Skuad garuda muda U 19 sudah hampir sempurna. Di pemusatan latihan yang pertama, terpantau sudah ada sekitar 22 pemain yang ikut melakukan latihan bersama pelatih mereka, Bima Sakti legenda sepakbola negeri kita sekaligus asisten pelatih Luis Milla. Skuat asuhan Bima Sakti melakukan latihan dan konsep bermain di Lapangan A Gelora Bung Karno kemarin, 22 Maret 2018. Latihan ini tentu untu mempersiapkan laga melawan tim kuat Asia, Jepang U 19 yang juga sudah hadir lebih awal ke negara kita.

 

Sang wonderkid yang sudah bermain di liga Polandia bersama Lechia Gdanks, Egy Maulana Vikri sudah menampakkan batang hidungnya di pemusatan latihan ini. Ada juga tiga rekannya, Abimanyu dan Saddil Ramdani serta kapten tim Rahmat irianto yang juga dipanggil oleh coach Milla untuk memperkuat timnas U 23 menjamu Singapura beberapa waktu lalu.

 

Mereka bertiga akan kembali berlaga memperkuat pasukan garuda di stadion Gelora Bung Karno pada 25 Maret 2018 besok untuk menjajal kekuatan anak-anak Jepang. Laga ini akan menjadi sebuah acuan bagi pelatih Bima Sakti untuk melihat perkembangan anak-anak asuhnya sejauh ini.

 

Pada kesempatan pertama ini, Bima Sakti memberikan intruksi kepada anak-anak asuhnya untuk menerapkan pressing ketat dan beberapa permainan tim. Langkah ini tentu kareba Bima Sakti paham, karakter permainan Jepang selama ini yang menekankan permainan high Pressing. Timnas Jepang tampil sangat gemilang kala menjamu tim divisi 2 Cilegon. High pressing yang mereka peragakan mampu untuk memaksa kiper Cilgon memungut bola lima kali di gawangnya sendiri.

 

Pelatih timnas U 19 ini mengatakan “kami menganilisis permainan Jepang kemarin, mereka menerapkan high pressing. Mereka bermain dengan sangat rapi. Oleh sebab itulah, tim saat ini menerapkan latihan distribusi bola yang cepat dan akurat, sehingga transisi permainan dapat diawalai dari bawah dengan cepat” ujar Bima Sakti.

 

Sangat tepat jika Bima Sakti melakukan latihan pressing ketat, karena tim yang malakukan high pressing akan sangat sulit untuk mendapat tekanan dari lawan. Akan tetapi permainan timnas u 19 yang terkenal cepat juga akan menjadi suatu masalah bagi Jepang.

 

Menilai anak-anak asuhnya Bima Sakti mengatakan “anak-anak nanti akan memperagakan permainan yang cepat. Aliran bola dari satu titik ke titik lainnya harus cepat, seperti yang kami latih hari ini” tandas Bima Sakti.

 

Dalam laga melawan Jepang besok, Indonesia akan minus satu pemain jangkar yaitu, Asnawi Mangkualam. Pemain yang sering memainkan deepmidfilder ini karena tidak mendapatkan izin dari klubnya, PSM Makassar. Absennya Asnawai tentu adalah sebuah kerugian, karena peran Asnawai sangat vital di lini tengah timnas u 19.

 

Hal ini memang sangat dilematis, karena latihan perdana timnas u 19 yang sangat mepet dengan kick off perdana liga 1 Indonesia. Oleh sebab itu wajar jika pelatih PSM Makassar, Robert Alberts, sangat enggan untuk membiarkan Asnawi pergi.

 

Meski demikian, pelatih timnas u 19 masih akan berusaha keras untuk membawa Asnawi ke dalam tubuh skuatnya agar tidak dipermalukan oleh Jepang. Bima Sakti mengunkapkan “saya dan manajemen telah melakukan prosedur pemanggilan untuk Asnawi. Semua administrasinya sudah lengkap, termasuk tiket sudah kami kirimkan. Jadi kita sekarang menunggu keputusan klub Asnawi dan PSSI”, tukas Bima saat ditemui kemarin.

 

Untuk mengantisipasi kemungkinan Asnawi akan absen di laga ini, Bima Sakti telah menyiapkan alternatif lainnya, dengan memberikan kesempatan kepada pemain lain yang juga potensi bagus di tubuh tim. Jadi kita berharap semoga posisi yang ditinggalkan oleh Asnawai akan diperankan dengan baik oleh pemain lain di timnas u 19.